Ringkasan Cepat:
- Seorang pejabat keamanan nasional China di Beijing memperkirakan lebih dari 40 anggota Komite Sentral Partai Komunis China (PKC) berpotensi dikeluarkan pada Sidang Pleno Kelima yang dijadwalkan Oktober 2026.
- Informasi ini pertama dilaporkan Mekong News dan dikutip ulang media Indonesia; belum ada konfirmasi resmi dari Beijing.
- Jika benar terjadi, lebih dari seperempat dari 205 anggota tetap Komite Sentral hasil Kongres Partai ke-20 akan telah dicopot atau menghadapi pemecatan.
Beijing, 21 September 2026 — Partai Komunis China (PKC) diperkirakan akan mencopot lebih dari 40 anggota Komite Sentral pada Sidang Pleno Kelima Komite Sentral ke-20, yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026, menurut keterangan seorang pejabat keamanan nasional China kepada media.
Mengapa Ini Penting?

Menurut laporan Mekong News yang dikutip Viva.co.id pada 19 September 2026, sumber tersebut menyebut pencopotan sebesar ini akan menjadi indikasi kuat betapa jauh Presiden Xi Jinping berupaya memperkuat kendali politiknya menjelang kemungkinan masa jabatan keempatnya. Media yang sama melaporkan bahwa, jika proyeksi ini terwujud, lebih dari seperempat dari 205 anggota tetap Komite Sentral yang terpilih dalam Kongres Partai ke-20 pada 2022 akan telah dicopot atau menghadapi kemungkinan dikeluarkan dari partai.
Penting dicatat: klaim “40 anggota” ini berasal dari keterangan seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya, disampaikan kepada outlet media asing, dan belum dikonfirmasi lewat komunike resmi PKC. Artikel ini memperlakukannya sebagai proyeksi bersumber tunggal, bukan fakta yang sudah terjadi.
Agenda Resmi Pleno Kelima Sudah Dikonfirmasi Beijing

Terlepas dari proyeksi soal jumlah 40 anggota, satu hal sudah dikonfirmasi resmi lewat jalur berbeda: keputusan Biro Politik Komite Sentral PKC pada 30 Juli 2026 — dipimpin langsung Xi Jinping — menetapkan Sidang Pleno Kelima Komite Sentral ke-20 akan digelar Oktober 2026 di Beijing dengan agenda utama “memajukan tata kelola partai yang menyeluruh dan ketat” (full and rigorous self-governance), demikian dilaporkan kantor berita resmi Xinhua.
Ini penting karena mengubah konteks berita: bukan sekadar rumor pencopotan massal, melainkan pleno yang secara resmi memang diagendakan membahas disiplin dan tata kelola internal partai — topik yang secara historis kerap dibarengi pengumuman sanksi atau pemecatan kader.
Konteks: Pembersihan yang Sudah Berjalan Sejak 2025

Sinyal pembersihan berskala besar di internal PKC dan militer China bukan hal baru pada 2026. Beberapa titik penting yang sudah terkonfirmasi lewat komunike resmi dan pemberitaan sebelumnya:
- Menjelang Sidang Pleno Keempat pada 20–23 Oktober 2025, sembilan perwira tinggi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) — termasuk He Weidong, anggota Politbiro sekaligus jenderal berpangkat tertinggi kedua di China — dipecat dari keanggotaan PKC dan militer atas dugaan korupsi.
- Pleno Keempat itu sendiri mengganti 11 anggota Komite Sentral, pergantian personel terbesar sejak 2017, dan menegaskan pemberhentian He Weidong beserta sejumlah pihak lain.
- Berdasarkan laporan yang sama soal proyeksi Pleno Kelima, dua nama lain — Zhong Shaojun, loyalis lama Xi yang sebelas tahun memimpin Kantor Umum Komisi Militer Pusat (CMC), dan mantan Komandan Pasukan Dukungan Strategis Ju Qiansheng — disebut telah kehilangan posisi mereka di Kongres Rakyat Nasional dan diperkirakan akan resmi dikeluarkan dari partai pada Pleno Kelima.
Pola ini menunjukkan kampanye disiplin internal PKC telah berlangsung bertahap sejak pertengahan 2025, dan proyeksi 40 anggota untuk Pleno Kelima merupakan kelanjutan — bukan peristiwa yang berdiri sendiri.
Skala Kampanye Antikorupsi Xi Jinping Sejauh Ini

Proyeksi pencopotan 40 anggota Komite Sentral perlu dilihat dalam bingkai kampanye antikorupsi yang sudah berjalan lebih dari satu dekade sejak Xi Jinping berkuasa pada akhir 2012:
- Kantor berita resmi Xinhua pernah melaporkan bahwa pengawas disiplin partai di seluruh tingkatan telah menghukum lebih dari 1,4 juta anggota atau pejabat partai sejak 2012 hingga laporan tersebut diterbitkan pada 2017 — mencakup ratusan “harimau” (istilah untuk pejabat senior) yang dikelola pusat.
- South China Morning Post melaporkan Komisi Sentral Pemeriksaan Disiplin (CCDI) mencatat sekitar 110.000 kasus disiplin anggota partai dalam satu tahun pelaporan saja, menunjukkan kampanye ini tidak melambat meski sudah berjalan lama.
- Pada Oktober 2024, Bloomberg (dikutip Bisnis.com) mencatat jumlah pejabat senior yang diselidiki CCDI sejak Januari tahun itu mencapai 46 orang — memecahkan rekor 45 orang pada 2023, dengan sasaran meluas ke sektor keuangan, energi, farmasi, dan infrastruktur.
Rangkaian data ini menunjukkan tren yang konsisten: intensitas kampanye disiplin PKC cenderung meningkat dari tahun ke tahun, bukan mereda — sehingga proyeksi pencopotan besar-besaran jelang Pleno Kelima sejalan dengan pola yang sudah berjalan, meski angka pasti “40 anggota” itu sendiri belum terverifikasi resmi.
Pergeseran Sasaran: Bukan Lagi Sekadar Lawan Politik

Laporan yang dikutip Viva.co.id turut mencatat perubahan karakter kampanye ini: sasarannya kini meluas untuk memastikan loyalitas politik di seluruh tubuh partai dan angkatan bersenjata, termasuk terhadap pejabat yang sebelumnya dianggap dekat dengan Xi Jinping sendiri — bukan lagi semata menyingkirkan pihak yang dianggap lawan politik. Sebagai konteks tambahan, Xi pada 17 Agustus 2026 menyerukan agar tata kelola partai diterapkan lebih ketat di bawah kepemimpinan terpusat Komite Sentral.
Baca Juga Investasi Fuzhou Rp36,4 Triliun via 16 MoU: Ini Progresnya
Apa Selanjutnya?
Sidang Pleno Kelima Komite Sentral ke-20 PKC dijadwalkan berlangsung Oktober 2026 di Beijing. Berdasarkan pola pleno-pleno sebelumnya (Pleno Ketiga Juli 2024, Pleno Keempat Oktober 2025), keputusan resmi soal keanggotaan biasanya dituangkan dalam komunike resmi yang diterbitkan media pemerintah China begitu sidang berakhir. Sampai komunike itu terbit, angka pasti anggota yang dicopot — termasuk apakah benar mencapai 40 orang — tetap berstatus proyeksi bersumber tunggal dan berpotensi berubah.
