image

Investasi Fuzhou Rp36,4 Triliun via 16 MoU: Ini Progresnya


Ringkasan: Pada 26 November 2025, Indonesia dan Pemerintah Kota Fuzhou menandatangani 16 MoU investasi senilai Rp36,4 triliun di bawah skema Two Countries Twin Parks (TCTP). Sembilan bulan kemudian, kerja sama ini sudah bertambah lewat 10 MoU baru senilai sekitar USD500 juta, dan total komitmen gabungan proyek TCTP disebut pemerintah mencapai kisaran Rp37,1 triliun.

Apa itu Investasi Fuzhou Rp36,4 Triliun via 16 MoU?

Berkas dokumen nota kesepahaman bilateral kerja sama investasi Two Countries Twin Parks Indonesia dan Tiongkok.

Investasi Fuzhou Rp36,4 triliun adalah komitmen 16 proyek kerja sama yang ditandatangani pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok pada 26 November 2025, di bawah kerangka Two Countries Twin Parks (TCTP) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kota Fuzhou. Penandatanganan berlangsung dalam acara “The City of Blessings” China-Indonesia Economic and Trade Exchange, disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Mengapa Kerja Sama Ini Penting bagi Indonesia?

Kapal kontainer raksasa di pelabuhan industri melambangkan perdagangan bilateral Indonesia-Tiongkok bernilai ratusan miliar dolar.

TCTP bukan sekadar simbol hubungan bilateral. Skema ini menggabungkan sumber daya dan pasar domestik Indonesia dengan kapasitas teknologi, pembiayaan, dan pengalaman manufaktur Tiongkok. Airlangga menyebut kolaborasi ini sebagai cara mempercepat arus investasi, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat daya saing industri nasional.

Nilai Rp36,4 triliun dari 16 MoU tersebut merepresentasikan sekitar 24,3% dari total komitmen investasi USD10 miliar yang disampaikan Pemerintah Kota Fuzhou saat menerima kunjungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Agustus 2025. Dengan populasi gabungan sekitar 1,7 miliar jiwa dan nilai ekonomi gabungan sekitar USD19,2 triliun, Indonesia dan Tiongkok berada di posisi strategis sebagai kekuatan pasar dan produksi global. Tiongkok juga tercatat sebagai mitra dagang utama Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral sekitar USD135 miliar pada 2024.

Sejumlah media turut menyoroti bahwa mitra penandatanganan dari pihak Fuzhou adalah pejabat yang berafiliasi dengan Partai Komunis China (PKC), termasuk Wakil Sekretaris Komite Kota Fuzhou dari CPC. Ini konteks kelembagaan yang wajar, karena di Tiongkok, struktur partai dan pemerintahan kota memang saling terkait erat dalam pengambilan keputusan ekonomi daerah.

Sektor dan Proyek dalam 16 MoU

Fasilitas pabrik pengolahan baja modern terintegrasi berkapasitas 1 juta ton di kawasan industri Indonesia.

Enam belas proyek kerja sama itu ditargetkan mulai berjalan pada 2026 dan mencakup sektor-sektor prioritas nasional berikut:

  1. Ekspor baja, nikel, dan komoditas industri — termasuk proyek baja dengan kapasitas hingga 1 juta ton.
  2. Pengolahan pangan dan kelautan, termasuk industri perikanan terpadu.
  3. Energi matahari dan sistem penyimpanan energi (energy storage).
  4. Batubara dan rantai pasok bahan baku industri.
  5. Riset dan kolaborasi kecerdasan buatan (AI) Indonesia–Tiongkok.
  6. Teknologi baru dan peralatan industri.
  7. Pengembangan kawasan industri dan rantai pasok energi baru.

Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia masih membutuhkan lebih banyak proyek di sektor baja, manufaktur, perikanan, tekstil, pertanian (teh, furnitur), teknologi baru seperti drone dan baterai EV, serta infrastruktur dan AI.

Lokasi: Dari Batang ke Bintan

Pemandangan udara KEK Industropolis Batang di Jawa Tengah sebagai lokasi utama realisasi 16 MoU investasi TCTP Fuzhou.

Seluruh potensi investasi dalam 16 MoU ini diarahkan masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Jawa Tengah — kawasan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Maret 2025 dan disebut sebagai calon “Shenzhen-nya Indonesia”. KEK Batang telah menyiapkan lahan seluas 500 hektare untuk tahap pertama kerja sama TCTP, termasuk MoU sebelumnya dengan China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), representasi BUMN Tiongkok, yang menargetkan investasi hingga Rp60 triliun untuk akuisisi lahan di kawasan tersebut.

Ke depan, pemerintah kedua negara sepakat memperluas proyek TCTP ke wilayah lain, termasuk Pulau Bintan (Bintan Industrial Estate) dan Aviarna Industrial Estate di Jawa Tengah. Model twin parks sendiri mempertemukan kawasan industri Indonesia dengan Yuanhong Investment Zone di Fuzhou, Provinsi Fujian.

Progres Terbaru: Dari 16 MoU ke 30 MoU

Tablet menampilkan grafik infografik perkembangan proyek TCTP dari 16 MoU menjadi 30 MoU senilai Rp37,1 triliun.

Berikut kronologi implementasi TCTP dari November 2025 hingga pertengahan 2026, berdasarkan siaran pers resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan pemberitaan media nasional:

PeriodePerkembanganNilai/Detail
12 Januari 2021Nota kesepahaman awal TCTP Indonesia–Tiongkok ditandatanganiKawasan awal: Batang, Semarang, Bintan vs Yuanhong Investment Zone
20 Maret 2025KEK Industropolis Batang teken MoU dengan CSCEC (BUMN Tiongkok)Proyeksi hingga Rp60 triliun untuk akuisisi lahan, 500 hektare tahap pertama
26 November 2025Penandatanganan 16 MoU investasi baru di ajang “The City of Blessings”Rp36,4 triliun (±24,3% dari komitmen USD10 miliar Fuzhou)
15 Mei 202610 MoU tambahan di Fujian Fuyao University of Science and Technology, FuzhouSekitar USD500 juta, sektor biomedis, AI, perdagangan digital, kendaraan listrik
Mei–Juli 2026Peluncuran China–Indonesia TCTP Strategic Cooperation Platform; percepatan proyek CSCEC–KITB; finalisasi Roadmap TCTP 2026Total komitmen kerangka TCTP naik jadi sekitar USD10,5 miliar
30 Juli 2026Total akumulasi mencapai 30 MoU dalam kerangka TCTPEstimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun (per pernyataan Kementerian Perindustrian)
8 September 2026Indonesia diundang mewakili delegasi pada China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) di XiamenAgenda lanjutan pembahasan proyek prioritas TCTP

Catatan: satu laporan menyebut estimasi akumulasi investasi TCTP dalam satuan “triliun dolar AS”, yang secara kontekstual tampak sebagai kekeliruan penulisan dari sumbernya sendiri — figur yang konsisten di seluruh publikasi resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perindustrian adalah kisaran Rp37,1 triliun untuk akumulasi terbaru, bukan triliun dolar. Angka ini tetap perlu dikonfirmasi ulang saat rilis data resmi berikutnya.

Cara Memantau Progres Investasi Ini

Paviliun Indonesia di ajang CIFIT Xiamen mempromosikan realisasi proyek investasi prioritas TCTP KEK Batang.
  1. Cek siaran pers resmi Kemenko Perekonomian di ekon.go.id — sumber utama untuk setiap penandatanganan MoU dan pertemuan tingkat tinggi TCTP.
  2. Pantau perkembangan KEK Industropolis Batang — kawasan ini menjadi lokasi utama realisasi 16 MoU dan proyek CSCEC.
  3. Ikuti agenda forum bilateral seperti CIFIT di Xiamen dan Training Seminar TCTP di Fujian, yang biasanya menghasilkan MoU tambahan.
  4. Bandingkan angka komitmen dengan realisasi — nilai MoU adalah komitmen awal, bukan jaminan realisasi penuh; realisasi biasanya dilaporkan bertahap oleh BKPM/Kementerian Investasi.

Baca Juga Zhu Rongji, Eks Perdana Menteri China, Wafat: Profil Lengkap Sang Arsitek Reformasi Ekonomi

FAQ — Investasi Fuzhou Rp36,4 Triliun via 16 MoU

Apa itu investasi Fuzhou Rp36,4 triliun?

Ini adalah komitmen 16 proyek kerja sama investasi antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok yang ditandatangani 26 November 2025 di bawah skema Two Countries Twin Parks, dengan sebagian besar diarahkan ke KEK Industropolis Batang.

Siapa yang menandatangani MoU ini?

Penandatanganan dilakukan oleh pelaku usaha dari kedua negara, disaksikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto serta perwakilan Pemerintah Kota Fuzhou, termasuk pejabat dari Komite Kota Fuzhou yang berafiliasi dengan Partai Komunis China.

Apakah nilai investasi ini sudah bertambah?

Ya. Pada Mei 2026 ditandatangani 10 MoU tambahan senilai sekitar USD500 juta, dan hingga akhir Juli 2026 akumulasi kerja sama TCTP dilaporkan mencapai 30 MoU dengan estimasi nilai sekitar Rp37,1 triliun.


Sumber: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI (ekon.go.id), ANTARA News, CNBC Indonesia, Beritasatu, IDN Times, Media Indonesia, Industry.co.id, dan Kumparan.


Diterbitkan

dalam

oleh

Tags: