image 7

Zhu Rongji, Eks Perdana Menteri China, Wafat: Profil Lengkap Sang Arsitek Reformasi Ekonomi


Ringkasan: Zhu Rongji, mantan Perdana Menteri China periode 1998-2003, meninggal dunia di Beijing pada 12 Agustus 2026 pukul 11.06 waktu setempat karena sakit. Ia dikenang sebagai arsitek reformasi ekonomi yang membawa China masuk WTO dan merombak perusahaan negara yang tidak efisien.

Apa yang Terjadi pada Zhu Rongji?

Pengumuman wafatnya Zhu Rongji di Beijing

Zhu Rongji, mantan Perdana Menteri Dewan Negara China periode 1998-2003, meninggal dunia di Beijing pada 12 Agustus 2026 pukul 11.06 waktu setempat. Kantor berita resmi Xinhua melaporkan penyebabnya adalah sakit setelah upaya medis tidak berhasil menyelamatkannya. Pengumuman resmi dirilis bersama oleh Komite Sentral Partai Komunis China, Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, Dewan Negara, dan Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China.

Berapa Usia Zhu Rongji Saat Meninggal?

image 15

Ada perbedaan angka di media soal usianya. Xinhua dan beberapa liputan resmi, termasuk laporan English.news.cn dan Wikipedia yang mengutip obituari resmi, menyebut Zhu meninggal di usia 98 tahun. Sementara kantor berita internasional seperti Reuters, AFP, dan NBC News menyebut usianya 97 tahun saat wafat. Perbedaan ini kemungkinan berasal dari metode penghitungan usia yang berbeda antara sistem penanggalan China dan penanggalan internasional standar. Zhu lahir pada 1928 di Provinsi Hunan, China.

Siapa Zhu Rongji? Latar Belakang dan Karier Awal

Pengumuman wafatnya Zhu Rongji di Beijing

Zhu Rongji lahir tahun 1928 di Hunan. Ia memulai aktivitas revolusioner sejak Desember 1948 dan resmi bergabung dengan Partai Komunis China pada Oktober 1949, tak lama setelah revolusi yang dipimpin Mao Zedong berhasil menguasai daratan China.

Zhu berasal dari kalangan teknokrat, bukan dari jalur legitimasi perjuangan revolusi seperti banyak pemimpin Partai lainnya. Kariernya sempat terhambat akibat keberaniannya menyuarakan kritik, yang membuatnya pernah dihukum secara politik. Setelah dipulihkan, kariernya menanjak hingga pada 1987 ia ditunjuk sebagai Wali Kota Shanghai. Di Shanghai, Zhu mengawasi langkah awal kota tersebut bertransformasi menjadi pusat keuangan global. Pada 1991, ia pindah ke Beijing untuk bekerja di pemerintahan pusat, sebelum akhirnya menjadi Wakil Perdana Menteri dan kemudian Perdana Menteri Dewan Negara China pada 1998.

Era Perdana Menteri 1998-2003: Reformasi yang Mengubah China

Reformasi ekonomi China pada era Zhu Rongji 1998–2003

Selama masa jabatannya sebagai Perdana Menteri, Zhu mendorong sejumlah kebijakan tidak populer namun berdampak besar: restrukturisasi perusahaan milik negara yang tidak efisien, pembenahan sistem perpajakan dan fiskal, serta modernisasi infrastruktur China. Ia dikenal luas sebagai salah satu administrator paling efektif sejak berdirinya Republik Rakyat China pada 1949.

Pencapaian terbesarnya adalah keberhasilan membawa China masuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2001, setelah proses negosiasi yang panjang dan alot selama lebih dari satu dekade. Ia bahkan sempat menghadapi kekhawatiran dari dalam negeri sendiri bahwa konsesi yang diberikan kepada negara lain terlalu besar dan berpotensi merugikan ekonomi China. Zhu tetap mendorong proses itu hingga tuntas, dan kebijakan tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi kebangkitan China sebagai kekuatan ekonomi dan eksportir terbesar dunia.

Masa jabatan Zhu berlangsung bersamaan dengan kepresidenan Jiang Zemin, yang wafat pada 2022.

Kutipan Terkenal: “100 Peti Mati”

Ilustrasi ketegasan Zhu Rongji dalam pemberantasan korupsi

Zhu dikenal luas lewat kutipannya soal ketegasan memberantas korupsi: ia pernah menyatakan telah menyiapkan 100 peti mati, 99 untuk koruptor dan satu untuknya sendiri. Kutipan ini mengisyaratkan kesiapannya menghadapi risiko balas dendam dari pihak-pihak yang dirugikan kebijakan antikorupsinya, dan hingga kini masih sering dikutip di berbagai media, termasuk media Indonesia.

Ia juga pernah menjawab pertanyaan wartawan soal bagaimana ingin dikenang, dengan menyebut harapannya agar orang-orang di seluruh negeri kelak mengenangnya sebagai pejabat yang jujur.

Kronologi Kematian dan Pengumuman Resmi

Kronologi wafat dan pemakaman Zhu Rongji Agustus 2026
  • 12 Agustus 2026, pukul 11.06 waktu Beijing: Zhu Rongji meninggal dunia di Beijing.
  • 12 Agustus 2026, pukul 18.00: Xinhua diberi wewenang merilis obituari resmi.
  • 12 Agustus 2026, pukul 19.00: China Central Television melaporkan kematian Zhu dalam siaran berita utama Xinwen Lianbo.
  • 16 Agustus 2026: Xinhua mengumumkan jenazah akan dikremasi pada 18 Agustus, dengan bendera di Tiananmen dan lokasi lain dikibarkan setengah tiang sebagai tanda berkabung.
  • 18 Agustus 2026: Jenazah Zhu dikremasi di Pemakaman Revolusi Babaoshan, Beijing.

Upacara Pemakaman dan Reaksi Dunia

Upacara penghormatan terakhir untuk Zhu Rongji di Beijing

Presiden Xi Jinping bersama enam anggota lain Komite Tetap Politbiro—Li Qiang, Zhao Leji, Wang Huning, Cai Qi, Ding Xuexiang, dan Li Xi, serta Han Zheng—hadir memberi penghormatan terakhir di Babaoshan. Mereka berjalan perlahan ke arah jenazah, berdiri hening, membungkuk tiga kali, lalu berjabat tangan dengan keluarga Zhu. Mantan Presiden Hu Jintao, yang belakangan jarang tampil di acara publik, mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk belasungkawa.

Keamanan diperketat di sekitar Tiananmen Square dan kawasan elite Zhongnanhai selama proses pemakaman berlangsung. Di media sosial Weibo, topik penghormatan di Tiananmen sempat menjadi topik terpopuler, dengan banyak warganet mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa Zhu bagi negara.

Reaksi publik terhadap warisannya tetap terbelah. Sejumlah warga menyebutnya sebagai “biang keladi” pemutusan hubungan kerja massal akibat restrukturisasi BUMN, sementara pihak lain membela sosoknya sebagai pemimpin tegas yang diperlukan pada masanya. Zhu sendiri pernah mengakui perbedaan pandangan publik terhadapnya, dengan menyatakan cukup banyak orang menyukainya namun ada pula yang sangat membencinya.

Mengapa Kematian Zhu Rongji Penting Secara Politik?

Makna politik wafatnya Zhu Rongji bagi China

Kematian Zhu terjadi hanya lima hari sebelum peringatan 100 tahun kelahiran mantan Presiden Jiang Zemin, dan kurang dari dua bulan sebelum agenda politik penting Partai Komunis China berikutnya. Sejumlah analis menilai penghormatan resmi terhadap Zhu mengikuti preseden standar bagi mantan pejabat setingkat, dan tidak perlu dibaca sebagai sinyal kebangkitan kembali kelompok reformis dalam tubuh Partai.

Otoritas China secara historis memperlakukan kematian mantan pemimpin populer dengan hati-hati, karena momen berkabung publik pernah menjadi pemicu gejolak sosial di masa lalu — seperti terlihat pada kematian Perdana Menteri pertama China, Zhou Enlai, tahun 1976. Karena itu, proses berkabung untuk Zhu berlangsung dengan pengamanan ketat dan pengelolaan liputan media yang terkontrol.

FAQ — Zhu Rongji

Kapan Zhu Rongji meninggal?

Zhu Rongji meninggal pada 12 Agustus 2026 pukul 11.06 waktu Beijing, di usia 97 atau 98 tahun tergantung sumber.

Apa jabatan Zhu Rongji?

Zhu adalah Perdana Menteri Dewan Negara China periode 1998-2003, dan sebelumnya Wali Kota Shanghai serta Wakil Perdana Menteri.

Apa pencapaian terbesar Zhu Rongji?

Pencapaian terbesarnya adalah membawa China masuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2001, serta merombak sistem perpajakan dan perusahaan milik negara.

Kapan dan di mana Zhu Rongji dikremasi?

Jenazah Zhu dikremasi pada 18 Agustus 2026 di Pemakaman Revolusi Babaoshan, Beijing, dihadiri Presiden Xi Jinping dan pimpinan Partai lainnya.


Sumber: Xinhua, Reuters, AFP/Bangkok Post, NBC News, kompas.id, Liputan6, CNBC Indonesia, Wikipedia (“Death of Zhu Rongji”).


Diterbitkan

dalam

oleh

Tags: