image 7

China Targetkan 2027 Jadi Tonggak Modernisasi PLA — Tapi Bukan “Rampung Penuh”, Ini Faktanya


Ringkasan: China menjadikan 2027 — tahun peringatan 100 tahun berdirinya People’s Liberation Army (PLA) — sebagai tonggak percepatan modernisasi militer. Klaim bahwa “modernisasi penuh rampung 2027” adalah kesalahpahaman yang beredar luas: target modernisasi penuh sebenarnya ditetapkan untuk 2035, sedangkan status militer kelas dunia ditargetkan 2049. Analis Barat, termasuk Lowy Institute, secara eksplisit mengoreksi framing ini.

Apa Sebenarnya “Target 2027” China untuk PLA?

China Targetkan 2027 Jadi Tonggak Modernisasi PLA — Tapi Bukan "Rampung Penuh", Ini Faktanya

Target 2027 adalah “Centennial Military Building Goal” (建军百年奋斗目标) — tonggak yang bertepatan dengan peringatan 100 tahun berdirinya PLA pada 1 Agustus 2027. Tujuannya mempercepat mekanisasi, informatisasi, dan awal intelegensiasi (integrasi AI) militer China, bukan menyelesaikan modernisasi secara penuh.

Target ini pertama kali diumumkan Presiden Xi Jinping dalam pidato di Kongres Partai ke-19 pada 2017, lalu dikukuhkan lebih konkret dalam Sidang Pleno ke-5 Komite Sentral ke-19 pada Oktober 2020. Belakangan, target 2027 ini juga dimasukkan ke dalam Rencana Lima Tahun ke-14 China.

Kenapa Banyak Orang Salah Kaprah soal “Rampung 2027”?

China Targetkan 2027 Jadi Tonggak Modernisasi PLA — Tapi Bukan "Rampung Penuh", Ini Faktanya

Ini bagian penting yang sering hilang dari pemberitaan. China sebenarnya memiliki kerangka modernisasi militer “tiga langkah” yang jelas jenjangnya:

  1. 2020 — mekanisasi dasar tercapai, kemajuan besar menuju informatisasi.
  2. 2027 — tonggak peringatan 100 tahun PLA: percepatan mekanisasi, informatisasi, dan awal intelegensiasi (AI dalam militer).
  3. 2035 — modernisasi pertahanan dan militer nasional rampung secara mendasar (“basically complete”).
  4. 2049 — PLA menjadi militer kelas dunia (“world-class military”), bertepatan dengan 100 tahun Republik Rakyat China.

Menurut analisis Jamestown Foundation, penambahan target 2027 ini bukan berarti China mempercepat linimasa modernisasi penuh dari 2035 ke 2027 — itu murni tonggak tambahan yang bertepatan dengan hari jadi PLA. Lowy Institute bahkan secara eksplisit menyebut sejumlah media asing keliru menafsirkan Sidang Pleno ke-5 tahun 2020 sebagai “modernisasi penuh dimajukan dari 2035 ke 2027.” Sumber berbahasa Mandarin dari sidang tersebut hanya menyebut kata “mempercepat” (加快) modernisasi pertahanan dan angkatan bersenjata — tanpa mengubah target akhir 2035.

Fokus Konkret Target 2027: Apa yang Sebenarnya Dikejar China?

China Targetkan 2027 Jadi Tonggak Modernisasi PLA — Tapi Bukan "Rampung Penuh", Ini Faktanya

Berdasarkan laporan Departemen Pertahanan AS (DOD) dan analisis lembaga think-tank pertahanan, fokus target 2027 mencakup beberapa area berikut.

AreaFokus ModernisasiSumber
MekanisasiPenyelesaian modernisasi peralatan tempur konvensionalJamestown, Air University CASI
InformatisasiIntegrasi sistem informasi digital ke operasi militerAndrew Erickson (Naval War College)
IntelegensiasiTahap awal penerapan AI dalam komando dan operasiAir University CASI, StrikeOrbit
Interoperabilitas gabunganLatihan lintas matra di sekitar Taiwan (Joint Sword 2024A/2024B)Janes Defence Intelligence
AnggaranBelanja militer diperkirakan mendekati USD 360 miliarJanes Defence Budgets

Fokus ini konsisten dengan laporan tahunan Pentagon “Military and Security Developments Involving the PRC”, yang sejak 2021 mengaitkan target 2027 dengan kemampuan PLA memproyeksikan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik, termasuk terhadap Taiwan.

Kaitan dengan Taiwan: Fakta vs Spekulasi

China Targetkan 2027 Jadi Tonggak Modernisasi PLA — Tapi Bukan "Rampung Penuh", Ini Faktanya

Sejumlah laporan militer, termasuk dari Kementerian Pertahanan Taiwan, menyebut bahwa pada 2027 PLA berpotensi memiliki kapasitas untuk terlibat konflik dengan Taiwan dan sekutunya. Media China sendiri, mengutip sumber militer, mengaitkan target 2027 dengan kemampuan menekan Taiwan ke meja negosiasi sesuai syarat Beijing.

Namun penting digarisbawahi: laporan-laporan ini adalah estimasi kapasitas, bukan bukti niat menyerang. Mantan Direktur CIA William Burns, dalam wawancara dengan program Face the Nation pada Februari 2023, secara eksplisit menyatakan bahwa kesiapan PLA pada 2027 tidak berarti Xi Jinping telah memutuskan untuk menginvasi Taiwan pada tahun itu atau tahun lainnya. Kementerian Pertahanan Taiwan pun tidak mengutip bukti intelijen bahwa Beijing telah meninggalkan komitmennya pada “unifikasi damai.”

Bagaimana Publikasi Resmi China Sendiri Membingkai Target Ini?

China Targetkan 2027 Jadi Tonggak Modernisasi PLA — Tapi Bukan "Rampung Penuh", Ini Faktanya

Dalam pidato pembukaan Kongres Partai ke-20 pada Oktober 2022, Xi Jinping menekankan pentingnya mencapai target 100 tahun PLA di 2027 sekaligus mempercepat pencapaian standar kelas dunia — sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Xinhua dan dikutip Global Times. Kementerian Pertahanan Nasional China juga menegaskan pada November 2020 bahwa militer perlu memodernisasi teori, organisasi, personel, serta persenjataan untuk mencapai target 100 tahun tersebut.

Yang perlu dicatat: framing resmi China sendiri tidak pernah menyatakan “modernisasi penuh rampung 2027” — narasi itu murni interpretasi (dan sebagian salah kaprah) dari pihak luar.

FAQ — Target 2027 Modernisasi PLA China

Apakah China menargetkan modernisasi militer penuh rampung pada 2027?

Tidak. Target 2027 adalah tonggak peringatan 100 tahun PLA yang berfokus pada percepatan mekanisasi, informatisasi, dan awal intelegensiasi. Modernisasi penuh ditargetkan rampung pada 2035.

Kapan target modernisasi militer China yang sebenarnya “penuh”?

2035, menurut kerangka tiga langkah yang diumumkan Xi Jinping di Kongres Partai ke-19 (2017). Target 2049 adalah tahap “militer kelas dunia”.

Apakah target 2027 berarti China akan menyerang Taiwan tahun itu?

Tidak ada bukti intelijen yang mengonfirmasi hal ini. Analis dan pejabat intelijen AS menyebut 2027 sebagai indikator kapasitas, bukan jadwal invasi.


Ditulis oleh Tim Redaksi Diplomasi Internasional. Diverifikasi silang dengan Jamestown Foundation, Lowy Institute, Andrew S. Erickson (Naval War College), Janes Defence Intelligence, dan laporan Departemen Pertahanan AS.


Baca Juga di Paham Komunis


Diterbitkan

dalam

oleh

Tags: