Sejarah PKI dari ISDV hingga Partai Besar Asia

Berdasarkan data sejarah arsip nasional, pergerakan komunis di Indonesia merupakan salah satu fenomena politik paling signifikan di abad ke-20. Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia mencatat perjalanan panjang dari sebuah kelompok studi kecil menjadi kekuatan politik yang menentang nasionalisme sekuler dan Islam politik. Kebutuhan untuk memahami konteks ini menjadi semakin penting bagi generasi muda yang ingin mempelajari dinamika politik Indonesia secara objektif.

Masalah utama yang sering dihadapi saat mempelajari topik ini adalah banyaknya informasi yang terfragmentasi, bias, atau justru tidak berdasarkan data historis yang valid. Sulit menemukan sumber yang merangkum perjalanan dari awal mula ISDV hingga puncak kejayaan PKI secara runtut tanpa intervensi opini pribadi.

Artikel ini hadir memberikan solusi dengan menyajikan timeline kronologis yang terverifikasi. Kami merangkum fakta-fakta kunci dari sumber akademik dan arsip pemerintah untuk memberikan gambaran utuh tentang evolusi ideologi dan organisasi tersebut. Pelajari bagaimana sebuah gerakan kecil tumbuh menjadi partai komunis non-pemerintah terbesar di dunia di luar blok Soviet pada masanya.

Berdasarkan literatur sejarah resmi, Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia adalah catatan evolusi organisasi politik yang dimulai dari Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) tahun 1914, yang kemudian bertransformasi menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1920 dan mencapai puncak kekuatan politiknya pada era 1950-an hingga 1965.

ISDV: Titik Awal Pergerakan

Sejarah PKI dari ISDV hingga Partai Besar Asia

Untuk memahami Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia, kita harus kembali ke tahun 1914. ISDV didirikan oleh dua orang Belanda, Henk Sneevliet dan J.F. Brandt-Buys. Awalnya, organisasi ini merupakan bagian dari gerakan sosial demokrat di Hindia Belanda yang berfokus pada hak pekerja, terutama para pekerja perkeretaapian dan perkebunan yang sebagian besar adalah kaum pribumi.

Berdasarkan catatan sejarah dari Universitas Leiden, Sneevliet menyadari bahwa gerakan ini tidak akan kuat jika hanya diisi oleh orang-orang Eropa. Ia kemudian mulai merekrut anggota pribumi yang berpendidikan dan radikal. Strategi ini adalah kunci awal yang membedakan ISDV dari gerakan politik lain pada masa itu, menjadikan Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia bermula dari inklusivitas keanggotaan yang relatif baru saat itu.

Periode ini menandai masuknya ideologi Marxis ke Nusantara melalui jalur intelektual dan perburuhan. ISDV menjadi inkubator bagi calon-calon pemimpin revolusi Indonesia, meskipun pada awalnya mereka masih berada di bawah bayang-bayang Sarekat Islam yang jauh lebih besar massanya.

  • Poin Penting:
    • ISDV didirikan di Semarang pada 9 Mei 1914.
    • Fokus utama adalah isu perburuhan dan sosialisme.
    • Sneevliet memainkan peran krusial dalam “Indonesisasi” gerakan ini.

Transformasi Menjadi Partai Komunis Indonesia (1920)

Sejarah PKI dari ISDV hingga Partai Besar Asia

Babak selanjutnya dalam Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia terjadi pada tahun 1920. ISDV mengubah namanya menjadi Partai Komunis Hindia, kemudian berganti lagi menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1924. Kongres pertama yang mengubah nama ini diadakan di Semarang pada 23-25 Mei 1920. Langkah ini menjadikan PKI sebagai partai komunis pertama di Asia.

Menurut arsip pers nasional, perubahan nama ini sejalan dengan pergeseran strategi dari gerakan sosial demokrat menuju revolusi komunis yang lebih radikal. PKI juga menjadi afiliasi dari Komunis Internasional (Comintern) yang berpusat di Moskow. Hal ini memberikan mereka dukungan teoretis dan jaringan internasional, memperkuat posisi mereka dalam Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia.

Kongres ini juga menandai pemisahan jalur yang lebih tegas antara gerakan nasionalis borjuis dan gerakan proletariat yang dikedepankan oleh PKI. Semaun dan Darsono menjadi figur sentral yang menggantikan peran Sneevliet yang akhirnya dideportasi oleh pemerintah kolonial Belanda karena aktivitas subversifnya.

  • Poin Penting:
    • PKI resmi berdiri pada 1920 sebagai partai komunis pertama di Asia.
    • Menjadi bagian dari Komunis Internasional (Comintern).
    • Awal konflik ideologis dengan Sarekat Islam mulai terlihat jelas.

Pemberontakan 1926-1927 dan Kegagalan Awal

Sejarah PKI dari ISDV hingga Partai Besar Asia

Masa kelam dalam Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia terjadi pada akhir tahun 1926 dan awal 1927. PKI melancarkan pemberontakan bersenjata melawan pemerintah kolonial Hindia Belanda di Jawa Barat dan Sumatera Barat. Pemberontakan ini dipicu oleh tekanan ekonomi, penindasan kolonial, dan keyakinan bahwa revolusi dunia akan segera terjadi.

Berdasarkan laporan pemerintah kolonial yang dirangkum oleh sejarawan Ricklefs, pemberontakan ini tidak terorganisir dengan baik dan dapat dipadamkan dengan cepat oleh pemerintah Hindia Belanda. Akibatnya, ribuan anggota dan simpatisan PKI ditangkap, dipenjara, atau dibuang ke Boven Digul, Papua. Hal ini praktis mematikan kekuatan organisasi PKI secara fisik.

Fase ini adalah pelajaran berharga dalam Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia tentang pentingnya kesiapan dan basis massa yang kuat sebelum melakukan aksi revolusioner. PKI kemudian menghilang dari permukaan politik nasional selama lebih dari dua dekade, walaupun jaringan bawah tanahnya masih tetap ada di beberapa daerah.

“Kegagalan pemberontakan 1926 menyebabkan partai hancur dan pemimpinnya dibuang, namun tidak menghilangkan ideologi komunis dari benak sebagian rakyat.” – Merdeka.com, Arsip Sejarah.

  • Poin Penting:
    • Pemberontakan terjadi di Jawa & Sumatera namun gagal total.
    • Pemimpin seperti Musso dan Alimin melarikan diri ke luar negeri.
    • PKI dinyatakan ilegal oleh pemerintah kolonial.

Gerakan Bawah Tanah dan Era Pendudukan Jepang

Sejarah PKI dari ISDV hingga Partai Besar Asia

Perjalanan Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia memasuki babak “hibernasi” setelah 1927. Selama era ini, mantan-mantan tahanan politik PKI mulai kembali beraktivitas secara diam-diam. Mereka menyusup ke dalam organisasi lain, termasuk Gerakan Nasional Indonesia maupun organisasi sayap kanan yang dibiayai Jepang.

Saat pendudukan Jepang (1942-1945), PKI tidak muncul secara terbuka sebagai partai. Namun, para komunis berpengaruh di organisasi perburuhan seperti Peta atau Heiho. Mereka memanfaatkan kebencian rakyat terhadap Jepang untuk membangun basis massa kembali. Strategi infiltrasi ini menjadi ciri khas pergerakan mereka pasca-1927.

Data dari berbagai sumber sejarah menunjukkan bahwa pada masa revolusi kemerdekaan, bekas-bekas komunis ini kemudian berupaya menyatukan kembali kekuatan mereka. Hal ini menjadi landasan bagi kebangkitan kembali PKI setelah Indonesia merdeka, melanjutkan narasi Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia yang sempat terputus.

Persaingan Politik dan Pemberontakan Madiun 1948

Setelah kemerdekaan, Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia kembali ke permukaan melalui peristiwa Madiun 1948. Musso, pemimpin PKI yang kembali dari Uni Soviet, memimpin faksi kiri radikal untuk menduduki kota Madiun dan mendirikan “Front Nasional”. Mereka menentang pemerintahan Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta yang saat itu sedang menghadapi tekanan diplomatik dengan Belanda (Perjanjian Renville).

Menurut Arsip Nasional Republik Indonesia, peristiwa ini dituding sebagai usaha kudeta terhadap Republik Indonesia yang masih muda. Pasukan TNI yang setia pada pemerintah pusat, di bawah pimpinan A.H. Nasution, melancarkan serangan balik yang berhasil menumpas pemberontakan ini dalam waktu singkat.

Madiun 1948 meninggalkan luka mendalam dan stigma “pengkhianat bangsa” yang menempel pada PKI. Namun, ironisnya, dalam jangka panjang, peristiwa ini justru memicu pembenihan internal partai yang kemudian melahirkan strategi baru di bawah kepemimpinan D.N. Aidit, mengubah arah Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia menuju jalur konstitusional.

  • Poin Penting:
    • Terjadi pada 18 September 1948 di Madiun.
    • Dipimpin oleh Musso, Amir Sjarifuddin, dan Dipa Nusantara Aidit.
    • Diakhiri dengan penangkapan dan eksekusi para pemimpin pemberontak.

Masa Keemasan: Menjadi Partai Komunis Terbesar di Asia

Pasca-Madiun, PKI melakukan reorganisasi besar-besaran di bawah D.N. Aidit. Strategi mereka berubah total: tidak lagi bersenjata, tapi mengikuti jalur nasionalisme, bekerja sama dengan Presiden Soekarno (Nasakom), dan membangun massa melalui organisasi sayap seperti SOBSI (buruh), BTI (tani), LEKRA (seniman), dan GERWANI (wanita).

Hasilnya luar biasa. Dalam Pemilihan Umum 1955, pemilu demokratis pertama di Indonesia, PKI menduduki posisi keempat dengan suara signifikan. Namun, pertumbuhan terbesar terjadi setelahnya. Menjelang tahun 1965, Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia mencatat puncak kejayaannya. Dengan klaim keanggotaan sekitar 3 juta (termasuk sayap organisasi mencapai 20 juta), PKI menjadi partai komunis terbesar di luar blok Soviet dan Tiongkok pada saat itu.

Berdasarkan analisis pakar politik pada era itu, kemenangan politik PKI ini didukung oleh strategi yang sangat efektif dalam memobilisasi massa desa dan kaum terpelajar, serta kedekatan Aidit dengan Presiden Soekarno yang memungkinkan mereka memiliki pengaruh besar dalam struktur kabinet pemerintahan.

“Pada tahun 1965, PKI menjadi kekuatan politik terbesar ketiga di Indonesia, dengan pengaruh yang merambah ke semua sektor kehidupan.” – Tempo Magazine, Arsip Edisi Khusus Sejarah.

  • Poin Penting:
    • Mendapatkan 16,4% suara dalam Pemilu 1955 (sekitar 6 juta suara).
    • Mencapai puncak keanggotaan sekitar 3 juta orang kader inti (data perkiraan sebelum 1965).
    • Menggunakan strategi “Jalan Menuju Kekuasaan dari Luar Pemerintah”.

Puncak Konflik: Gerakan 30 September 1965

Bagian terakhir dari Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia ditutup oleh tragedi nasional Gerakan 30 September (G30S) 1965. Pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965, sebuah gerakan yang menamakan dirinya “G30S/PKI” menculik dan menewaskan tujuh perwira tinggi Angkatan Darat.

Hingga kini, perdebatan sejarah masih terjadi mengenai sejauh mana keterlibatan resmi kepemimpinan PKI dalam peristiwa ini. Namun, konsekuensi politiknya sangat jelas: TNI, di bawah Jenderal Soeharto, mengambil alih kepemimpinan dan melancarkan operasi besar-besaran untuk membersihkan unsur-unsur komunis di seluruh Indonesia.

Berdasarkan catatan saksi sejarah dan laporan internasional, pembersihan ini mengakibatkan tewasnya ratusan ribu hingga jutaan orang dalam kekerasan massal yang berlangsung selama beberapa bulan. PKI kemudian dibubarkan secara resmi pada 12 Maret 1966 melalui Tap MPRS No. XXV/MPRS/1966, dan paham komunisme dilarang seumur hidup di Indonesia. Peristiwa ini menutup bab Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia di panggung politik nasional.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia

Siapa pendiri awal ISDV yang menjadi cikal bakal PKI?

ISDV didirikan oleh Henk Sneevliet dan J.F. Brandt-Buys pada tahun 1914 di Semarang. Sneevliet adalah tokoh kunci yang memperkenalkan sosialisme dan kemudian komunisme di Hindia Belanda. (Sumber: Arsip Sejarah UI).

Kapan tepatnya ISDV berubah nama menjadi PKI?

ISDV bertransformasi menjadi Partai Komunis Hindia pada Kongres Semarang bulan Mei 1920, dan kemudian secara luas dikenal sebagai Partai Komunis Indonesia (PKI) setelah 1924. (Sumber: Britannica, History of Indonesia).

Apakah benar PKI pernah menjadi partai komunis terbesar di dunia?

Benar. Menjelang tahun 1965, PKI mencatatkan anggota dan simpatisan terbesar ketiga di Indonesia, menjadikannya partai komunis non-pemerintah terbesar di dunia pada masa itu, melampaui PKI Tiongkok dalam jumlah keanggotaan formal tertentu. (Sumber: Analisis Politik Cold War).

Apa penyebab utama runtuhnya PKI tahun 1965?

Runtuhnya PKI dipicu oleh peristiwa Gerakan 30 September 1966 (G30S/PKI) yang berujung pada penculikan jenderal. Hal ini memicu respon keras militer yang kemudian melarang dan membubarkan partai tersebut. (Sumber: Arsip Nasional RI).

Bagaimana hubungan PKI dengan Presiden Soekarno?

Di masa keemasannya (1950-1965), PKI memiliki hubungan dekat dengan Presiden Soekarno melalui konsep Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme). PKI memberikan dukungan politik besar terhadap Soekarno. (Sumber: Buku “Soekarno: The Thinking Architect” kadek).

Baca Juga Leon Trotsky vs Stalin 2025: Revolusi Permanen, Birokrasi Soviet & Pertarungan Ideologi

Action Plan Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia

Membahas Sejarah PKI dari ISDV Partai Komunis Terbesar Asia bukan sekadar menghafal tanggal, namun memahami dinamika perjuangan ideologi dan strategi politik. Dari kelompok studi kecil ISDV pada 1914, hingga menjadi partai dengan jutaan anggota pada 1965, perjalanan ini mengajarkan bagaimana ideologi bisa berkembang pesat dalam kondisi sosial ekonomi yang spesifik, dan bagaimana kejatuhan bisa terjadi begitu cepat akibat salah hitung politik.

Rangkuman Poin Utama:

  1. ISDV adalah akar historis yang didirikan oleh Sneevliet pada 1914.
  2. PKI menjadi partai komunis pertama di Asia pada tahun 1920.
  3. Pemberontakan bersenjata 1926 dan 1948 gagal total karena kesiapan yang minim.
  4. Strategi massa damai era Aidit membawa PKI ke puncak kejayaan politik.
  5. Peristiwa 1965 menjadi titik balik akhir yang menghancurkan kekuatan PKI.

Dengan memahami kronologi ini, kita diharapkan bisa menjadi pembelajar sejarah yang kritis. Jangan hanya menerima satu narasi, tapi cek dan verifikasi data dari berbagai sumber akademik yang kredibel.

Sumber Referensi:

  1. Ricklefs, M.C. A History of Modern Indonesia. Palgrave Macmillan.
  2. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) – Koleksi Dokumen Pergerakan Nasional.
  3. Britannica – Indonesia: The Communist Party.
  4. Rosihan Anwar. Petualangan Menjaring Matahari. Pustaka Sinar Harapan.
  5. Tempo Magazine – Arsip Edisi Khusus Sejarah G30S/PKI.